Maluku Utara terkenal dengan potensi alam dan kuliner khas daerahnya. Dari sekian banyak pengusaha UMKM yang berkembang, nama Ramli Wahab menonjol sebagai pionir kue kering tradisional yang memperkenalkan cita rasa lokal ke penjuru Indonesia. Ramli Wahab, lahir dan besar di Ternate, sudah sejak usia muda tertarik dengan dunia kuliner, terutama jajanan tradisional yang selalu hadir dalam acara keluarga dan hari raya.
Berangkat dari kecintaannya pada makanan, Ramli mulai belajar membuat kue dari ibunya. Awalnya, hanya kue-kue sederhana seperti putri salju dan nastar yang ia buat, namun dalam perjalanan waktu Ramli semakin kreatif dengan mengadaptasi bahan lokal seperti kenari, pala, dan cengkeh khas Maluku Utara.
Pada tahun 2010, melihat antusiasme masyarakat terhadap kue-kue buatannya di acara kumpul keluarga, Ramli memutuskan untuk menjadikan hobinya sebagai bisnis. Ia mendirikan Wahab Kue Kering, sebuah usaha rumahan yang memproduksi dan menjual aneka kue kering dengan sentuhan khas Maluku Utara.
Modal awal yang digunakan hanyalah tabungan pribadi, sekitar Rp3 juta untuk membeli bahan baku dan alat sederhana. Dengan strategi pemasaran mulut ke mulut dan memanfaatkan media sosial, Wahab Kue Kering mulai dikenal oleh masyarakat Ternate. Tak lama, permintaan kue meningkat terutama saat Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
Salah satu keunggulan Wahab Kue Kering adalah mengedepankan bahan-bahan lokal. Kenari dari Tobelo, pala dari Tidore, dan cengkeh dari Ternate menjadi daya tarik utama. Ramli berhasil memadukan resep tradisional dengan inovasi modern, seperti brownies kenari, lidah kucing pala, dan cookies cengkeh.
Produk kue keringnya tidak hanya sekadar lezat, tetapi juga mengangkat citra Maluku Utara. Setiap kemasan dilengkapi dengan cerita singkat asal-usul bahan utama. Hal ini membuat kue Ramli bukan sekadar cemilan, melainkan oleh-oleh khas Maluku Utara yang penuh makna.
Tantangan utama bagi Ramli adalah keterbatasan akses bahan baku dan distribusi. Untuk mendapatkan kenari berkualitas, Ramli harus menjalin kemitraan dengan petani lokal. Ia juga mesti beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah, seperti fluktuasi harga bahan, persaingan dengan kue-kue produk pabrikan nasional, dan keterbatasan promosi.
Ramli tidak menyerah. Ia bergabung dengan komunitas UMKM Maluku Utara untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman. Dengan ikut pelatihan pemasaran digital, ia mulai menjual produknya secara online, baik melalui marketplace maupun media sosial. Strategi ini membuat Wahab Kue Kering semakin dikenal, bahkan pembeli dari luar daerah mulai berdatangan.
Dalam satu dekade, Wahab Kue Kering berhasil meraih beberapa penghargaan, di antaranya sebagai UMKM Kreatif 2020 versi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Utara. Ramli Wahab kerap diundang sebagai narasumber dalam seminar motivasi kewirausahaan, mendorong generasi muda untuk tidak takut mengambil peluang bisnis.
Produk Wahab Kue Kering kini telah dipasarkan ke berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Manado. Bahkan pada tahun 2022, Ramli Wahab berhasil mengekspor produk kue kenari ke Malaysia melalui jaringan diaspora Maluku Utara.
Kisah Ramli Wahab bukan sekadar cerita sukses bisnis, tetapi juga motivasi bagi masyarakat daerah untuk melihat potensi lokal sebagai peluang. Ia membuktikan bahwa sumber daya alam dan resep tradisional bisa bersinergi menghasilkan produk bernilai tinggi.
Keberhasilan Ramli Wahab mendorong banyak anak muda Maluku Utara untuk berwirausaha. Pemerintah daerah kini aktif memberikan dukungan pelatihan dan bantuan modal agar UMKM di bidang pangan semakin berkembang. Kisah Ramli mengajarkan bahwa kerja keras, inovasi, dan dedikasi akan selalu membuahkan hasil jika dilakukan dengan niat dan komitmen tinggi.
Tahun 2024 menjadi babak baru bagi Wahab Kue Kering. Ramli berencana membuka gerai di beberapa kota besar di luar Maluku Utara sekaligus membangun fasilitas produksi yang lebih besar. Ia terus mengembangkan resep baru, berkolaborasi dengan chef profesional, dan menjangkau pasar internasional.
Ramli juga mengedukasi masyarakat melalui pelatihan pembuatan kue dan pemasaran. Ia berharap semakin banyak UMKM lahir di Maluku Utara, membawa nama daerah ke tingkat nasional dan global.
Kisah Ramli Wahab dan Wahab Kue Kering adalah bukti nyata sukses UMKM kuliner di Maluku Utara. Usaha yang dibangun dari kecintaan pada tradisi dan budaya lokal kini menjadi inspirasi bagi banyak orang. Lewat dedikasi, semangat, dan inovasi, Ramli berhasil menembus pasar nasional dan internasional serta membawa kebanggaan tersendiri bagi Maluku Utara. Siapapun bisa meraih sukses asal tidak takut memulai dan berjuang.