Kisah inspiratif kali ini datang dari Ramli Mahmud, seorang enterpreneur muda asal Maluku Utara yang sukses membangun bisnis kuliner kue kekinian bernama Mahmud Cake Corner. Dalam beberapa tahun terakhir, Mahmud Cake Corner telah menjadi salah satu ikon kuliner populer di Ternate bahkan merambah hingga ke berbagai kota di Maluku Utara.
Ramli Mahmud lahir dan besar di Ternate, Maluku Utara. Sejak kecil, ia telah akrab dengan dunia usaha karena kedua orang tuanya merupakan pelaku UMKM di bidang makanan tradisional. Bermodal semangat dan pengalaman keluarga, Ramli memutuskan untuk berani mengambil langkah membuka usaha sendiri usai menyelesaikan pendidikan sarjana.
"Saya melihat potensi besar di bidang kuliner, khususnya kue kekinian, yang belum banyak disentuh di Maluku Utara. Ini jadi peluang untuk berkontribusi menciptakan lapangan kerja di daerah," ungkap Ramli.
Semua berawal dari hobinya membuat kue untuk keluarga dan teman-teman dekat. Awalnya iseng menerima pesanan, respons positif dari pelanggan membuat Ramli terpacu untuk mencoba berbisnis lebih serius. Dengan modal tabungan pribadi dan sedikit bantuan keluarga, pada tahun 2018 Ramli resmi membuka Mahmud Cake Corner di sebuah ruko kecil di kawasan Gambesi, Kota Ternate.
Pilihan nama Mahmud diambil dari nama keluarga sebagai bentuk penghormatan dan kenangan pada orang tua. Terinspirasi dari konsep toko kue modern di kota besar, Ramli membangun Mahmud Cake Corner sebagai one stop solution bagi para pencinta kue di Maluku Utara.
Sejak awal, Mahmud Cake Corner menawarkan berbagai varian kue seperti:
Salah satu daya tarik utama Mahmud Cake Corner adalah penggunaan bahan lokal, seperti kenari Maluku berkualitas dan pisang lokal. Hingga kini, varian kue dengan cita rasa lokal masih menjadi favorit pelanggan. Inovasi rasa dan penampilan kue yang kekinian membuat Mahmud Cake Corner mampu bersaing dengan produk-produk kue luar daerah.
Tidak mudah membangun bisnis di luar Pulau Jawa, terutama dari segi ketersediaan bahan baku berkualitas hingga pemasaran. Ramli mengaku sempat kesulitan saat pandemi Covid-19, permintaan turun drastis dan sulitnya mendapatkan bahan impor. Namun, ia tidak menyerah dan memilih menggencarkan pemasaran online serta berinovasi dengan bahan lokal.
"Mental pantang menyerah dan selalu berinovasi jadi kunci agar bisnis bisa terus bertahan bahkan berkembang," jelas Ramli.
Mahmud Cake Corner mulai dikenal luas setelah aktif di media sosial Instagram dan Facebook. Ramli rajin membagikan video proses pembuatan kue, testimoni pelanggan, hingga promo diskon khusus. Selain itu, Mahmud Cake Corner aktif mengikuti pameran UMKM yang digelar pemerintah daerah dan pelaku komunitas untuk memperluas jaringan.
Tak lama, bisnis yang awalnya diliput oleh beberapa media lokal pun mulai mendapat pesanan bahkan dari luar kota Ternate. Mahmud Cake Corner kini juga melayani pesanan kue ulang tahun, kue hantaran, bahkan kotak snack untuk kantor-kantor pemerintahan di Maluku Utara.
Salah satu nilai lebih dari Mahmud Cake Corner adalah kontribusi langsungnya terhadap pemberdayaan masyarakat lokal. Ramli mengutamakan tenaga kerja dari kalangan muda di sekitar tempat usaha. Dari awalnya hanya dua karyawan, kini Mahmud Cake Corner mempekerjakan lebih dari 18 orang, terdiri dari bagian dapur, kasir, hingga pengantar pesanan.
"Saya ingin bisnis ini tidak hanya menyejahterakan diri sendiri, tapi juga membuka peluang kerja bagi anak muda di Ternate," ucap Ramli.
Mahmud Cake Corner telah beberapa kali mendapatkan penghargaan sebagai UMKM Inspiratif dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku Utara. Pada tahun 2022, Ramli Mahmud juga terpilih sebagai salah satu "Entrepreneur Muda Berprestasi" oleh salah satu bank nasional atas kontribusinya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Berkat konsistensi menjaga kualitas dan layanan, Mahmud Cake Corner menjadi langganan banyak pejabat daerah dan perusahaan swasta sebagai penyedia snack dan kue pada berbagai momen penting.
Tidak ingin berpuas diri, Ramli terus berinovasi dengan menghadirkan varian baru seperti Cake Premium Berbahan Durian Tobelo, dan Kue Kering Kenari untuk oleh-oleh wisatawan. Kehadiran Mahmud Cake Corner di berbagai platform marketplace nasional juga membuka peluang pasar yang lebih luas. Mahmud Cake Corner kini telah merambah pasar Surabaya, Makassar, hingga Jakarta melalui jaringan reseller.
Berkat program pelatihan digital marketing dan pengembangan produk UMKM oleh pemerintah, Mahmud Cake Corner dapat lebih siap menghadapi tantangan era digital dan persaingan dengan produk global.
Ramli Mahmud memiliki visi menjadikan Mahmud Cake Corner sebagai pusat kue oleh-oleh khas Maluku Utara dengan tetap menjaga cita rasa lokal. Selain itu, ia ingin memberdayakan lebih banyak anak muda setempat melalui pelatihan kewirausahaan dan keterampilan membuat kue.
"Keberhasilan Mahmud Cake Corner bukan hanya soal omzet, tapi bagaimana usaha ini bisa berdampak positif bagi lingkungan sekitar," tutup Ramli Mahmud.
Perjalanan Ramli Mahmud membangun Mahmud Cake Corner merupakan bukti nyata bahwa kreativitas, inovasi, dan semangat pantang menyerah menjadi kunci utama dalam meraih kesuksesan. Bisnis kue lokal dengan pendekatan kekinian yang mengandalkan potensi daerah bisa menjadi inspirasi bagi para generasi muda Maluku Utara bahkan Indonesia. Semoga kisah ini memotivasi lebih banyak orang untuk berani memulai usaha sendiri dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.