Maluku Utara dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil rempah dan pertanian lokal yang beragam. Di tengah tantangan ketidakstabilan perekonomian dan krisis pangan, muncul sosok inspiratif bernama Fuad Daud, yang berhasil membangun Daud Agro Mandiri dan membawa perubahan besar bagi dunia pertanian di Maluku Utara.
Fuad Daud lahir dan dibesarkan di desa kecil di Maluku Utara. Sejak kecil, ia sudah terbiasa melihat keluarga dan masyarakat sekitar mengolah lahan pertanian secara tradisional. Namun, sistem pertanian yang ada kala itu masih kurang efektif dan sering menghadapi kendala seperti hasil panen yang minim, keterbatasan modal, serta minimnya akses teknologi pertanian modern.
Setelah menamatkan pendidikan tinggi di bidang agronomi, Fuad kembali ke kampung halamannya dengan satu tujuan: membangun sistem pertanian yang lebih modern serta memberdayakan petani lokal. Tahun 2016 menjadi tonggak awal berdirinya Daud Agro Mandiri, saat Fuad memulai usaha kecil dengan hanya lima petani mitra dan lahan seluas dua hektar.
Daud Agro Mandiri berfokus pada pengembangan pertanian berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Fuad Daud menerapkan beberapa inovasi, seperti:
Langkah-langkah ini membawa perubahan signifikan. Hasil panen meningkat tajam, kualitas produk semakin baik, dan petani mulai mendapat keuntungan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2018, jumlah petani mitra Daud Agro Mandiri telah bertambah menjadi 60 orang dengan lahan garapan mencapai 50 hektar.
Perjalanan Daud Agro Mandiri tidak selalu berjalan mulus. Fuad dan tim menghadapi berbagai kendala, seperti:
Untuk mengatasi masalah modal, Fuad memperkenalkan sistem crowdfunding lokal dan bekerjasama dengan koperasi desa untuk mendukung pembiayaan alat serta pembelian bibit unggul. Pelatihan rutin dan praktik di lapangan menjadi kunci membangun kepercayaan para petani. Dengan semangat pantang menyerah, Fuad mampu meyakinkan bahwa perubahan sistem akan membawa hasil yang nyata dan bertahan.
Salah satu pencapaian terbesar Daud Agro Mandiri adalah peningkatan kesejahteraan para petani. Pendapatan petani naik hingga 40%, dan sebagian besar petani mitra sudah bisa mengakses pendidikan dan layanan kesehatan yang lebih baik. Selain itu, Fuad Daud membangun pasar lokal untuk memudahkan distribusi hasil panen langsung ke konsumen tanpa perantara.
Pencapaian ini menjadi inspirasi bagi banyak pemuda di daerah lain untuk membangun usaha pertanian mandiri dan mendorong pembangunan ekonomi desa.
Fuad Daud tidak berpuas diri dengan keberhasilan awal. Ia terus mengembangkan Daud Agro Mandiri dengan melakukan ekspansi produk, seperti rempah-rempah, sayuran organik, buah-buahan lokal, serta produk turunan seperti tepung singkong dan minyak kelapa. Dengan strategi pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace, produk Daud Agro Mandiri kini dikenal sampai ke luar Maluku Utara.
Kemitraan dengan universitas juga dilakukan untuk riset pengembangan varietas tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah dan iklim setempat. Daud Agro Mandiri aktif mengikuti pameran pertanian nasional dan festival produk agro, yang semakin memperkenalkan potensi pertanian wilayah Maluku Utara ke skala nasional.
Kepemimpinan dan inovasi Fuad Daud mendapat banyak apresiasi dari berbagai lembaga, seperti:
Fuad sering diundang oleh pemerintah daerah untuk berbagi pengalaman dan motivasi agar regenerasi petani di Maluku Utara tetap terjaga, sekaligus memperkenalkan cara-cara baru dalam bertani yang efektif dan inovatif.
Fuad Daud berkomitmen agar pertanian yang dikembangkan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Ia melarang penggunaan pestisida kimia berbahaya dan mendorong praktik-praktik ramah lingkungan. Daud Agro Mandiri juga aktif dalam penghijauan kawasan sekitar lahan pertanian dengan menanam pohon dan menjaga kualitas sumber air agar tetap terjaga.
Edukasi lingkungan diberikan kepada petani serta keluarga mereka, sehingga masyarakat setempat semakin paham pentingnya pertanian berkelanjutan untuk masa depan generasi berikutnya.
Melalui Daud Agro Mandiri, Fuad Daud berharap pertanian di Maluku Utara terus berkembang dan mampu menghadapi tantangan global. Visi ke depan adalah menjadikan Maluku Utara sebagai pusat inovasi pertanian tropis di Indonesia, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, serta mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam sektor agribisnis.
Fuad percaya, dengan pendidikan, inovasi teknologi, dan komitmen sosial, pertanian Indonesia akan semakin maju dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.